Potensi di Tengah Keterbatasan

Tuntutan hidup dewasa ini mengharuskan individu untuk mampu dan memiliki kompetensi bersaing di berbagai bidang. Tak heran akan kebenaran bahwa “siapa yang kuat dialah yang menang”, layaknya perlombaan. Persaiangan yang begitu ketat, mengharuskan setiap individu memiliki skill yang menunjang untuk bertahan atau minimal memiliki penghasilan untuk kebutuhan sehari-hari. Lanjutkan membaca “Potensi di Tengah Keterbatasan”

Sosok Pekan Ini

Perjalanan sekitar satu setengah jam setengah, melewati jalanan licin berlumpur. Menyapa anak-anak pelosok yang jauh dari jangkauan pembangunan, dengan akses jalan yang cukup menantang karena hujan telah turun semalaman. Bukan Indera namanya kalau tak sanggup menyusur sampai ke pesisir ujung laut hingga sampai pada sebuah gubuk kecil ya dusun Telone sebuah dusun yang terletak di desa Sekaroh, kec Jerowaru Lombok Timur.

Lokasi ekplorasi ke-dua bagi kawan-kawan Indera untuk berbagi inspirasi yang sebelumnya di dusun Ujung Gol di desa yang sama. Berbekal tekad yang kuat pengenalan Indera diawali sebuah event Class Creative Design beberapa pekan yang lalu tepatnya 16 Desember 2016. Kegiatan mewarnai menjadi salah satu kegiatan unggulan untuk mengenalkan anak-anak pada keterampilan mewarnai. Alhasil tercipta berbagai karya warna yang cukup menarik oleh mereka anak-anak PAUD Telone yang di asuh oleh Ibu Marni lulusan SLTA.

Well, kali ini Aku akan mengenalkan sosok minggu ini. Namanya Ilham siswa PAUD dusun Telone, yang dari raut wajahnya tampak kalem, dan lugu. Ilham kalau diterkata usianya sekitar 4-5 tahun. Dia mulai mengenal lingkungan pendidikan formalnya di lembaga pendidikan ini. Anak yang pendiam dan kalem ini ternyata memiliki potensi lho. Bagaimana tidak, bersama teman-temannya ini adalah kali pertama mereka memegang pensil warna. Pengalaman baru untuk mereka, berbekal contoh dari kakak-kakak dan bimbingan mereka mampu menghasilkan karya yang cukup menarik.

img_20161219_193245
Dokumentasi Clas Creative Design

Bersama Indera mereka belajar mewarnai dengan semangat tak terkecuali Ilham. Hingga pada sesi menampilkan hasil karya Ilham memamerkan hasil karya berupa anak perempuan yang membawa buku untuk belajar. Dengan pengalaman seadanya Ilham mampu menghasilkan karya yang bagus lho, dengan kombinasi warna yang cukup cantik.

Next Time belajar lagi Ilham bersama kakak-kakak Indera, tentunya dengan belajar dan bermain.

5 Guyonan saat Laki-laki dan Perempuan Memandang Berbeda akan Suatu Hal

Kali ini aku mau bagi-bagi pengelaman, aku namakan saja hal-hal yang selalu bertolak belakang antara laki-laki dan perempuan. Aku akan bahas tentang sudut pandang laki-laki dan perempuan dalam memandang sesuatu hal, dan bagaimana laki-laki ataupun perempuan menyikapi beberapa hal. Entah itu dalam kehidupan sehari-hari, ataupun hal-hal yang ada sangkut pautnya dengan suatu hubungan (relationship). Ini cukup menarik karena memang ada banyak hal yang kalau kita perhatikan cara pandang kita akan sesuatu hal umpamanya aku laki-laki (emang aku laki sih), dan di lain sisi kita bandingkan sama bagaimana perempuan memandang hal tersebut tadi pasti akan ada kata bersebrangan. Dan karena bersebrangan kadang kala itu membuat kita 1) makan hati, 2) kesel, 3) jengkel, dan 4) penyakit hati lainnya. Ada guyonan horor yang mungkin kalian juga pernah denger “cewek selalu benar”. Bingung kan? Ya udah, gak usah bingung dulu nikmati aja.

Ada beberapa hal yang pernah atau bahkan sering terjadi tentang cara pandang dan perlakuan laki-laki dengan perempuan akan suatu hal berdasarkan pengalaman dan serba-serbinya terkait hal itu berikut ini.

1] Perihal perilaku akan kata “menunggu

Menunggu siapa sih yang suka? Aku pikir gak ada yang suka ya? Misal ini dalam suatu hubungan yang retak, kamu udah janjian ketemu sama si dia tentu cewek kamu. Kemudian kamu telat karena sesuatu hal, kamu janjian jam 09.00 pagi. Tapi kamunya dateng jam 09.20, kamu bilang “sorry ya telat?” cewek kamu jawab “iya gak apa-apa, kayaknya aku deh yang dateng kecepetan.” (Ini kayaknya mitos kalau ada cewek yang bilang kayak gitu). Realitanya yang ada malah si cewek gak mau tau alasan kamu telat, dan itu alasan klasik si cewek sepanjang waktu buat ngambek mogok buat ngomong. Cobak kalau kamu yang nunggu, si dia (cewek kamu) telat setengah jam. Ketika si dia dateng kamu udah siap nanya alasan kenapa bisa telat, dia udah nimpalin duluan tuh “Apa? Mau nanya kenapa aku telat?” Biasanya kita jawabnya ya dengan ekspresi datar “gak kok, gak apa-apa”. Mau gak mau ya harus ngalah karena cewek selalu benar.

2] Selingkuh

Cewek selingkuh itu susah kali buat ditebak, contoh kecil aja si cewek bilang “aku temenin si Dion (cowok lain) ngerjain tugas ya?”. Kita biasanya jawab “oh iya, hati-hati”. Besok-besoknya dia (si cewek) bilang “kita putus ya? Aku jadian sama Dion.” Simple dan terselubung tanpa pernah kita curiga dan menanyakan “si Dion siapa ya?”

Coba kalau cewek, kita senyum-senyum dikit aja waktu baca BBM, WA, atau Line, dan sebagainya. Si cewek udah bawa pisau itu “kamu chating sama siapa? Siniin hape kamu!”. Padahal yang ngechat si Bambang.

Lebay sih cuman ya kadang-kadang itu bisa terjadi.

3] Comunication Break seharian

Ini aku namakan sendiri sih, maksudnya gini nih. Contoh kecil aja kamu belum isi pulsa atau paket data, atau handphone kamu error. Seharian kamu gak hubungi si dia (cewek), besok-besoknya kamu udah diintrogasi tuh “Kenapa kamu gak aktifin hape? Oh kamu sengaja ya  gak mau hubungi aku? Kamu selingkuh ya, sengaja gak aktifin HaPe supaya aku gak bisa ganggu kamu? Bla-bla-bla-bla” Pokoknya macem-macemlah.

Cobak kalau si dia (cewek)  Handphone nya gak aktif seharian, kita cowok-cowok sudah PLOONG tuh gak ada yang bakal gangguin Nge-PES 2016. Gak ada yang chat yang harus di bales pas lagi WAR antar Clan ala COC.

4] Nge-Chat duluan

Biasanya nih dalam pandangan cewek dalam suatu hubungan yang harus nge-chat duluan ya harus cowok katanya “Gengsi kalau harus duluan mulai ngajak chating”. Dan kalau gak di chat udah dituduh yang macem-macem tuh.

Kalau menurut aku, mungkin sebagian besar cowok ya, entah yang harus nge-chat duluan ya gak penting siapa. Kalaupun kalian para cewek mau ngajakin chating duluan juga gak masalah we are fine.

5] Panggilan spesial sekian lama pasca jadian

Menurut aku dan sebagian besar orang ni yang notabene-nya cowok bahwa panggilan sayang itu adalah sebuah kejijian yang gak perlu (Raditya Dika; 2015). Iya kadang panggilannya juga aneh-aneh, yang paling gak masuk akal itu, ya ayah-bundaan, atau ummi-aby-an. Bukannya kenapa-kenapa ya, cuman menurut kami ya gak penting aja malu. Contoh kecil aja misalkan aku nih lagi ngumpul sama temen-temen diskusi kemudian si cewek dateng bilang dari kejauhan “Ayaaaaah”, kan yang ada malah malu kalau udah kayak gitu entah mau sembunyikan muka dimana. Atau kalau bisa detik itu juga pengen rasanya buat lupa ingetan, bagaimana tidak? nikah aja belum udah dipanggil ayah apalai brojol. Emang aku bapak lho, sedikit lebay ya.

Beda kalau sama cewek, biasanya dalam suatu hubungan yang memulai dengan panggilan sayang ayah-bunda-an itu selalu dimulai dari si cewek. Misal aja, ketika lagi chat, si ceweknya bilang “Tau gak temen aku si Jesika panggilan sayangnya ayah-bunda-an, biar gak sama kita Ummi-abi-an aja ya?”. Kalau udah kayak gini, bakal berlanjut nih. Dan biasanya kita cowok-cowok harus terima tuh, atau minimal nyari sinonim kata yang lain yang sebenarnya gak penting.

Sebenarnya masih banyak sih hal-hal yang gak penting lainnya buat dibahas, ini juga aku tulis karena bingung mau nulis apaan lagi. Kalau ada hal-hal lain yang gak penting juga dari sudut pandang cewek dan cowok yang bersebrangan bisa di-share juga ya buat tambahan. Sampai jumpa di topik berikutnya.

Indera pada Usaha Penanaman Karakter Anak

Pentingnya pendidikan karakter dewasa ini seakan menjadi sebuah kebutuhan khusus. Bahkan target pendidikan terbaru supaya terselip nilai-nilai karakter dalam proses pembelajaran. Pendidikan karakter seperti kebutuhan yang sangan urgent di tengah maraknya berbagai kasus terlebih pada kasus anak yang cukup menyita perhatian adalah tentang kasus kenakalan remaja.Tentu ini cukup ironi, Indonesia yang cukup dikenal dengan nilai ketimuran memegang teguh nilai sosial terhadap sesama. Terjalinnya komunikasi antar sesama tentunya menjadi harapan bahwa terbentuknya nilai-nilai yang positif terhadap perkembangan mentalitas dan karakter dari sejak dini. Banyak cara yang dapat dilakukan untuk membentuk karakter tersebut baik itu pada pendidikan formal, informal, atau pendidikan nonformal.

Di pendidikan formal misalkan, proses pembelajaran di sekolah mendidikan anak untuk dapat disiplin mulai dari disiplin terhadap waktu hingga jam pembelajaranpun diatur sekoah untuk menumbuhkan sikap disiplin tersebut. Dalam pendidikan informal, disini lingkungan keluarga sangatlah penting. Peran pendidikan keluarga seakan tak tergantikan, karena titik awal pembentukan karakter itu sendiri adalah pada lingkungan keluarga. Lahirnya anak yang berbakti kepada kedua orang tua dan menghormati orang yang lebih tua dari si-anak  tentunya di bentuk dari lingkungan keluarga. Tak hayal jikalau pendidikan informal pada lingkungan keluarga mengambil andil besar terhadap pembentukan karakter anak.

Disamping itu lingkungan pendidikan informal pada masyarakat sangatlah penting. Pada lingkungan ini individu mengenal pendidikan sosial, mengenal interaksi terhadap lingkungan, karena pada akhirnya setiap individu juga akan kembali pada lingkungan sosial. Sehingga lingkungan sosial masyarakat yang baik, tentunya akan melahirkan terbentuknya karakter individu yang baik pula. Namun sebaliknya lingkungan sosial masyarakat yang kurang baik tentu akan melahirkan karakter individu yang kurang baik juga. Tuntutan pendidikan era globalisasi ini juga banyak menawarkan bebagai jasa-jasa pendidikan yang tak lain tujuannya adalah untuk pembentukan karakter budi pekerti mulai dari bimbingan belajar sampai sekolah nonformal lain contohnya diniah. 

img_20161219_193230-01
Kegiatan mewarnai PAUD di Telone

Pada pendidikan formal titik awal pembentukan karakter dapat di lakukan sejak dini, misalnya pada usia bermain Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Hal ini juga pernah dilakukan oleh kawan-kawan pada komunitas Indera pada event “Class Creative Design”. Kegiatan yang terlaksana di dusun Telone, Desa Sekaroh Jerowaru ini menyematkan sebuah kegiatan mewarnai pada anak-anak kelompok bermain di dusun tersebut. Kegiatan mewarnai tersebut mengajak anak-anak untuk memberi warna beberapa gambar seperti gambar anak membaca, gambar anak mengaji, gambar anak mencuci tangan, dan lain sebagainya. Tentu untuk mengajarkan dan mengarahkan anak bermain sambil belajar mewarnai menjadi tantangan tersendiri, terlebih kelompok bermain ini baru pertama kalinya melakukan kegiatan tersebut.

 

img_20161219_193319-01
Bercerita dengan gambar

Kegiatan visual dimaksudkan untuk menarik minat anak dalam bermain dan belajar, adanya gambar-gambar kegiatan yang berupa penggambaran karakter ditujukan supaya anak memahami bahwa gambar-gambar tersebut memiliki nialai yang positif dan mungkin sering dilakukan anak pada keseharian di lingkungan entah pada lingkungan keluarga atau masyarakat. Setelah itu anak-anak diarahkan untuk menyimak cerita, cerita mengarang bebas tentang gambar karakter yang mereka warnai. Bercerita melalui gambar itulah konsep kegiatan yang telah diusung oleh kawan-kawan komunitas Indera.

 

Konsep ini menarik karena anak-anak dari awal diajak untuk mewarnai dan mendengarkan cerita sebagai usaha untuk menumbuhkan karakter dan budi pekerti anak. Kegiatan ini bisa menjadi referensi pengembangan untuk event-event sosial yang menargetkan penumbuhan karakter pada anak-anak.

Mozaik Cinta Acak (Loop I)

Langit tampak kemerahan memancarkan cahaya jingga, sore ini tampak mendung. Pantulan cahaya seperti menyapanya yang tegah duduk di balkon kosan yang ia tempati hampir tiga tahun lamanya. Lalu lalang kendaraan terlihat begitu ramai dari arah balkon. Cuaca sore itu begitu bersahabat, dengan suhu yang menghangatkan badan, menyapa burung yang terbang pulang mencari makanan. Seperti biasa kalau sore tiba kebiasaan anak kosan adalah bercengkerama menanti saat-saat magrib tiba, menanti sayup-sayup malam menutupi terangnya sang mentari. Di tengah teman teman-temannya yang asyik walau sekedar ngobrol bersama yang lain, tampak Fikri yang sedari tadi menatap kosong kearah atap perumahan, duduk termenung entah apa yang ada dipikirannya saat itu.

‘’Hai, Fik. Dari tadi aku perhatikan kamu melamun aja” sapa Hendra memecah kesunyian lamunan Fikri.

Hendra adalah teman kosannya yang cukup dekat dengannya sejak ia pindah kosan beberapa bulan lalu.

“Eeh kamu Ndra. Ada apa?” Jawab Fikri seakan kaget karena larut dari lamunannya.

“Yaah, kamu Fik ditanya malah nanya balik. Kenapa sih melamun mulu kerjaannya? Ketimbang melamun mendingan kamu turun geh beliiin kita jajanan. Itu mas-mas putu ayu nya sudah dateng jualan.” perintah Hendra pada kawannya itu.

Seperti biasa kalau menjelang magrib mas-mas yang jualan jajanan kerap berkunjung ke kompleks kosan mereka. Maklum saja kompleks mereka termasuk ramai dan cukup banyak peminat jajanan-jajanan sederhana kalaupun hanya sekedar cemilan.

“Enak aja, kamu yang hasrat makan malah aku yang meski beli. Lagian kamu kan baru balik kampung, mending kamu aja yang beliin aku. Itung-itungkan sedekah juga tuh buat kamu.”

“Gini lo, 3 hari lagi kan pacar aku ulang tahun. Dan aku sudah persiapkan juga rencanaku sama temen-temen dia.” Tambah Fikri menjelaskan kawannya.

“Keren ni, tapi rencana kamu apa? Pasti pacar kamu senang banget kalau ulang tahun dia dirayain.” Hendra sepertinya mendukung rencana kawannya itu.

“Tapi aku ragu juga nih, tak seperti biasanya aku libatin temen-temenya Humaira buat ikut terlibat rayain ulang tahunnya.” Fikri menatap ke arah pohon kelapa di samping balkon kosannya.

Humaira, gadis kecil nan manja yang ia kenal beberapa tahun lalu. Hampir lima tahun ia menjalin hubungan dengannya. Semenjak ia dekat karena hendak belajar bersama pada kelompok belajar di kampungnya. Fikri yang pada saat itu tengan mengenyam pendidikan SMA di salah satu sekolah pavorit di kabutaten asalnya sementara Humaira menuntut ilmu tak jauh dari sekolahnya. Perkenalan itu berawal dari kelompok belajar yang mereka buat bersama teman-teman seperjuangan yang pada saat itu tengah mempersiapkan untuk Ujian Nasional yang tinggal beberapa bulan lagi.

“Lah, bagus dong kalau misalkan kamu libatin temen-temenya dia. Kan jadi lebih rame, dan lebih seru pula.” Hendra mendekati Fikri sembari meyakinkan kawannya itu. “Kamu malam ini gak main ke kosannya? Bay the way, kok kamu diem di kosan minggu-minggu ini. Gak kayak biasanya main ke kosan Humaira” tambah Hendra.

“Nah itu dia yang bikin aku ragu. Niatnya aku gak mau main ke kosannya, sms-an dan telponan juga gak selama seminggu ini.” Ia bangun dan bersandar pada terali balkon besi di teras kosannya.

“Cuman yang menurut aku ganjil ya gak seperti biasanya. Kalau sudah tiga hari aku gak hubungin dia kadang dia yang nyariin ke kosan. Atau palingan dia nelpon nanyain kabar.” Sambung Fikri yang tampak membuka pesan-pesan lam di handphone nya.

“Eh meton, lewat dong” sapa seseorang yang hendak ingin turun ke halaman parkiran.

“Oh iya bro, hati-hati ya!” jawan Fikri dan Hendra bersamaan setelah memberi ruang jalan untuk temannya.

Kosan mereka memang terletak di lantai atas, hingga balkon yang dekat dengan anak tangga kosan adalah tempat favorit anak-anak kosan untuk ngobrol atau hanya sekedar minum kopi sembari menunggu waktu magrib tiba.

“Oh ya, sampai mana tadi. Hm, mungkin dia lagi gak ada pulsa kali. Maklum lah sudah mendekati akhir bulan, duit kerap abis mah. Apalagi buat beli pulsa.” Sambil menepuk pundak Fikri. “Kenapa kamu gak keluar aja. Jalan-jalan gitu menghirup udara segar daripada bosen. Ya udah, aku ke kamar dulu ya. Aku baru inget temen kuliahku minta dikirimin file tugas yang via e-mail.” Hendrapun berlalu meninggalkan Fikri.

“Oh iya” Fikri menimpali.

Sesaat setelah Hendra pergi diapun melangkah memasuki kamarnya mengambil konci kendaraannya. Kendaraan roda dua yang sudah 6 tahun menemaninya semenjak ia duduk di bangku kelas dua SMA. Sore itu, ia hendak ke toko kue untuk memebeli kue tar yang ia rencanakan untuk ulang tahun pacarnya. Ia pun berlalu meninggalkan gerbang kosan.

Teruntuk Kamu yang Patah Hati

Siapa sih yang tak kenal patah hati. Kata yang tak akan asing bagi kalangan semua orang terlebih bagi remaja dan dewasa. Patah hati itu macam-macam yang sebagian besar popular pada hubungan antara cowok dan cewek. Patah hati karena di PHP-in patah hati karena di cuekin pasangan, sampai pada titik patah hati karena putus hubungan yang ujung terparahnya susah move on. Hamper semua sepakat hal terpahit dalam sebuah hubungan adalah patah hati. Lanjutkan membaca “Teruntuk Kamu yang Patah Hati”

1001 Buku untuk Bumi Patuh Karya

Saat menulis judul ini saya jadi teringat akan sebuah artikel yang sebelumnya pernah saya baca beberapa bulan lalu dari situs corongrakyat.co.id “Lombok Timur adalah Kabupaten dengan  Minat Baca Rendah”. Entah itu survey dari mana tapi yang jelas membuat saya tertegun. Masaki iya sih Lombok Timur dengan jumlah penduduk paling banyak di Nusa Tenggara Barat minat bacanya paling rendah. Alhasil saya sampai hubungkan dengan kunjungan saya beberapa tahun lalu, tepatnya satu tahun lalu di perpustakaan dan arsip daerah (PUSDA) Kabupaten Lombok Timur. Lanjutkan membaca “1001 Buku untuk Bumi Patuh Karya”